Pekalongan – Dekranasda Prabumulih Studi Batik ke Pekalongan, Dorong Industri Kreatif Lokal. Dekranasda Kota Prabumulih, Sumatra Selatan melakukan studi batik ke Museum Batik Pekalongan sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan industri kreatif berbasis budaya lokal.
Rombongan yang dipimpin Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Linda Apriana Arlan disambut langsung Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya, Sabtu (6/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari proses pembuatan batik secara langsung. Mulai dari pengenalan teknik batik tulis dan cap, praktik membatik, hingga menelusuri koleksi batik khas Pekalongan yang tersimpan di museum.
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama antardaerah. “Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap apa yang dipelajari bisa menjadi bekal untuk mengembangkan batik khas Prabumulih.” “Kami juga siap mendukung melalui pendampingan jika dibutuhkan,” ujarnya. Menurut Inggit, penguatan industri batik di daerah lain turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian warisan budaya nasional.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Linda Apriana Arlan terkesan dengan proses dan kualitas batik Pekalongan. “Kami banyak belajar, terutama tentang perbedaan teknik batik tulis dan batik cap.” “Harapannya ke depan Prabumulih bisa memiliki batik khas daerah yang bernilai jual dan mampu bersaing,” ungkapnya. Dia menambahkan, hasil pembelajaran ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan bagi para perajin lokal di Prabumulih.
Baca Juga : KORMI Pekalongan Kirim 248 Atlet Rekreasi, Aaf Targetkan Pertahankan Empat Besar

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Dekranasda Prabumulih berkesempatan mempelajari proses pembuatan batik, mulai dari teori, praktik membatik, hingga melihat koleksi batik yang tersimpan di Museum Batik Pekalongan. Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Kota Prabumulih beserta rombongan yang sudah memilih Kota Pekalongan sebagai tujuan belajar batik. Mudah-mudahan apa yang diinginkan sesuai dengan tujuan, dan kami juga terbuka untuk kerja sama ke depan,” ujar Inggit.
Ia menambahkan, Pekalongan siap mendukung Prabumulih dalam mengembangkan batik khas daerahnya. “Kami terbuka bila ada kunjungan lanjutan atau membutuhkan tenaga ahli dari kami untuk belajar mengembangkan batik di Prabumulih. Semoga sukses untuk Prabumulih dan sukses bersama,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Kota Prabumulih, Linda Apriana Arlan, mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat yang diberikan. “Masya Allah, alhamdulillah, kami berterima kasih atas sambutan luar biasa dari Pekalongan. Batik yang dihasilkan di sini sangat indah dan semoga bermanfaat bagi kami,” kata Linda.
Linda juga menuturkan pengalaman praktik membatik yang dilakukan rombongan. “Batik tulis memang lebih sulit, sedangkan batik cap agak lebih mudah. Semoga ke depan Prabumulih bisa menghasilkan batik khas kota kami yang tidak kalah bagus dengan Pekalongan,” ujarnya. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Kota Prabumulih dalam menciptakan batik dengan motif khas daerah. Selain memperkuat identitas budaya, pengembangan batik lokal juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui industri kreatif.






