, ,

Puluhan Tahun Jembatan Utama Trajumas-Bodas Rusak Parah, Ditinjau Langsung Kapolres Pekalongan

oleh -35 Dilihat

Pekalongan – Puluhan Tahun Jembatan Utama Trajumas-Bodas Rusak Parah, Ditinjau Langsung Kapolres Pekalongan. Tak hanya jalannya rusak akibat bencana tanah gerak, akses utama Desa Trajumas menuju ke Desa Bodas terkendala jembatan yang kondisinya rusak parah.

Padahal, jembatan itu sangat penting untuk jalur perekonomian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. KondisiĀ  yang terbuat dari kayu yang usang dinilai membahayakan. “Itu jembatan utama. Setiap hari dilewati warga, termasuk anak-anak ke sekolah,” tutur perangkat Desa Bodas, Handoyo, Kamis, 4 Desember 2025. Dikatakan, jembatan tersebut sudah lama rusak. Biasanya, kata dia, perbaikan dilakukan warga Desa Trajumas, Bodas dan Perhutani.

Prapto, warga Desa Trajumas, mengungkapkan, jalan itu berada di Dukuh Batursari, Desa Trajumas. Menurutnya, itu akses utama penghubung Desa Trajumas dengan Bodas. Jalur itu termasuk penting untuk akses anak sekolah dan jalur perdagangan. “Banyak orang Bodas jadi pedagang ke Trajumas. Artinya, jalur itu penting untuk akses perekonomian, akses pendidikan juga,” ungkapnya. Selama ini, kata dia, pihak desa sudah sering mengusulkan perbaikan jembatan itu ke pemerintah daerah. Karena itu jalan PU. “Itu dulu pernah terjadi bencana. Puluhan tahun lalu. Kita usulkan bolak-balik sampai hari ini belum ada perbaikan permanen,” katanya.

Baca Juga : Genjot Pasar Otomotif Daerah, Hyundai Batang Luncurkan Program Akhir Tahun

Puluhan Tahun Jembatan utama
Puluhan Tahun Jembatan utama

Dikatakan, kondisi jembatan kayu itu berulang kali rusak. Di wilayah itu, lanjut dia, hampir setiap dua tahun sekali tanahnya bergerak. Itu memicu kerusakan jembatan. “Dulu awalnya itu beton. Setelah ada bencana dibuatlah dari kayu,” terang dia. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, meninjau kondisi jembatan yang rusak di wilayah Kandangserang bagian selatan itu, Selasa, 2 Desember 2025. Kapolres beserta rombongan tiba di Mapolsek Kandangserang, dilanjutkan menuju lokasi jembatan.

Kunjungan ini dihadiri lengkap oleh unsur Forkompimcam, termasuk Kabaglog Kompol Busono, Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi, perwakilan Danramil, Kasi Humas Ipda Warsito, serta Kepala Desa Trajumas dan Bodas, tokoh masyarakat, hingga kepala sekolah setempat. Jalan penghubung yang dicek Kapolres tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter. Saat ini, kondisi tersebut rusak parah dan sangat mengancam keselamatan. Meskipun dalam keadaan rusak, jalan ini merupakan akses penghubung utama bagi warga kedua desa. Tragisnya, jalannya ini setiap hari masih digunakan oleh masyarakat, terutama oleh pelajar sekolah yang harus menyeberang untuk berangkat dan pulang sekolah.

AKBP Rachmad menekankan pentingnya sinergi Forkopimda dan instansi terkait untuk mencari solusi cepat atas kerusakan infrastruktur yang membahayakan publik. Pengecekan ini menjadi langkah awal Polres Pekalongan untuk mendorong percepatan perbaikan demi keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar. Sementara itu, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Mudiharso, dikonfirmasi, mengatakan, jalan yang rusak di Desa Trajumas itu rencananya akan ditangani pada tahun 2026. “Untuk jembatan kami rencanakan penanganan melalui kegiatan di tahun 2026,” kata Mudiharso.

 

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.