Pekalongan – RSUD Bendan Pekalongan segera miliki ruang CT scan dan sitotoksik, ini kegunaannya. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Bendan Kota Pekalongan, terus digenjot.
Dua fasilitas strategis yang saat ini memasuki tahap akhir pengerjaan, yakni Ruang CT Scan dan Ruang Sitotoksik (Cytotoxic Drug Room). Keduanya diproyeksikan segera beroperasi untuk memperkuat layanan medis bagi masyarakat. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau langsung progres pembangunan kedua fasilitas tersebut pada Jumat (5/12/2025). Dalam tinjauannya, Wali Kota Aaf mengakui, adanya keterlambatan pengerjaan dari target yang ditetapkan.
Meski demikian, dia berharap proses penyelesaian tetap berjalan lancar, mengingat peralatan medis yang akan ditempatkan di dua ruang tersebut telah tersedia dan siap dipasang. “Ruang CT Scan dan sitotoksik ini memang terlambat dari jadwal. Tapi, mudah-mudahan segera rampung.” “Alat-alatnya sudah standby, tinggal ruangannya yang diselesaikan,” ujarnya. Aaf menegaskan, dua fasilitas baru ini sangat penting dalam menunjang pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat.
Baca Juga : Disindir hakim MK soal banjir Sumatera, kepala BNPB minta maaf: Saya menyesal

CT Scan baru yang merupakan bantuan Kementerian Kesehatan, kata dia, menjadi kebutuhan vital untuk menangani kasus-kasus yang memerlukan diagnosa segera. Selain menyoroti progres pembangunan, Wali Kota juga memberikan perhatian terhadap aspek pendukung pelayanan seperti kebersihan lingkungan rumah sakit. Dia meminta, RSUD Bendan terus berbenah demi kenyamanan pasien dan keluarga. “Ada masukan soal kantin yang perlu lebih bersih. Pelayanan, keindahan, dan kebersihan harus terus diperhatikan,” tegasnya.
Direktur RSUD Bendan, dr Dwi Heri Wibawa menjelaskan bahwa pembangunan ruang CT Scan menggunakan anggaran Sub DAK dan berlokasi di area IGD. Proses survei alat dari Kementerian Kesehatan dijadwalkan pada Februari 2026, dengan pemasangan yang diprediksi dimulai pada Maret 2026. Sementara itu, Ruang Sitotoksik sedang disiapkan di lantai dua gedung lama yang tengah direnovasi. “Ruang ini dirancang khusus untuk meracik obat kemoterapi dengan standar keamanan tinggi, sehingga dapat mendukung layanan penanganan kanker di RSUD Bendan,” imbuhnya.
Menurut dr Dwi Heri, keterlambatan progres sekitar 20 persen dipicu oleh komponen AHU (Air Handling Unit) yang membutuhkan waktu dalam pengadaan dan pemasangannya. “Kontraktor sanggup menyelesaikan pekerjaan paling lambat 12 Desember 2025. Meski ada denda keterlambatan, alat-alat sudah lengkap dan tinggal pemasangan,” jelasnya. Dia menambahkan, kehadiran kedua fasilitas strategis ini diharapkan mampu mempercepat diagnosis berbagai penyakit serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan tenaga medis dalam menangani obat-obatan sitotoksik. “Dengan adanya dua fasilitas ini, RSUD Bendan selangkah lebih maju dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan komprehensif,” pungkas dr Dwi Heri.





