, ,

Stok Melimpah, Produksi Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak Drastis di Akhir Tahun

oleh -33 Dilihat

Pekalongan – Stok Melimpah, Produksi Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak Drastis di Akhir Tahun. Produksi perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan mengalami lonjakan signifikan sepanjang Desember 2025. Ketersediaan stok ikan yang melimpah membuat total produksi hingga akhir bulan mencapai sekira 1.200 ton, meningkat tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kepala TPI Kota Pekalongan, Imam Suleni mengatakan, peningkatan produksi tersebut dipengaruhi oleh tingginya aktivitas bongkar muat kapal nelayan pada akhir tahun.

Menurutnya, kapal-kapal induk yang kembali ke pelabuhan untuk keperluan administrasi turut membawa hasil tangkapan dalam jumlah besar ke TPI Kota Pekalongan. “Pada Desember, kapal induk wajib kembali ke pelabuhan untuk pengurusan dokumen surat berlayar.” “Kondisi ini membuat hasil tangkapan dibongkar di TPI, sehingga stok ikan menjadi sangat melimpah,” ujar Imam, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga : Segini UMK Pekalongan 2026, Pengumuman Tunggu Laporan Resmi Dewan Pengupahan

Stok Melimpah
Stok Melimpah

Dia menjelaskan, jenis ikan yang mendominasi hasil lelang antara lain ikan layang, bayar, lemuru, tongkol, dan tenggiri. Komoditas tersebut sebagian besar diserap oleh industri pengolahan ikan, khususnya pabrik pengalengan yang beroperasi di Kota Pekalongan dan sekitarnya. “Untuk kebutuhan industri pengalengan, ketersediaan ikan saat ini mencukupi. Produksi kami memang didominasi ikan-ikan yang sesuai sebagai bahan baku pengalengan,” jelasnya. Sementara itu, kebutuhan ikan konsumsi masyarakat pada akhir tahun, seperti ikan bakaran jenis kakap jeruk dan ikan karang lainnya, tidak dilelang di TPI Kota Pekalongan.

Menurut Imam, jenis ikan tersebut umumnya diperoleh melalui metode pancing, sedangkan hasil lelang di TPI didominasi ikan tangkapan jaring. “Melimpahnya stok ikan berdampak positif terhadap pendapatan nelayan. Harga ikan di tingkat lelang terbilang baik dan relatif tinggi, sehingga memberikan keuntungan bagi nelayan. “Namun, kondisi tersebut juga berimbas pada kenaikan harga ikan di pasaran,” ucapnya. Imam menambahkan, harga acuan ikan di TPI Kota Pekalongan saat ini termasuk yang tertinggi dibandingkan pelabuhan lain.

Hal ini dipengaruhi oleh besarnya pajak yang dibebankan kepada nelayan, sehingga sebagian memilih melakukan bongkar muat hasil tangkapan di daerah lain. Menanggapi hal tersebut, pihak TPI telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dilakukan penyesuaian harga acuan ikan. “Kami berharap harga acuan bisa distabilkan atau setidaknya disamakan dengan daerah sekitar agar persaingan antar pelabuhan tetap sehat dan nelayan tetap memilih bongkar di TPI Kota Pekalongan,” tandasnya.

Hingga akhir Desember 2025, capaian retribusi TPI Kota Pekalongan telah mencapai 83 persen dari target Rp 3,8 miliar. Pihak TPI optimistis sektor perikanan akan terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah sekaligus menopang kesejahteraan nelayan lokal.

 

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.