Pekalongan – Viral Atap Roboh di Gedung Kelas Baru SMAN 1 Wiradesa Pekalongan, Murni Kecelakaan Kerja?. Atap gedung kelas baru di SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, roboh saat dalam tahap pengerjaan, Senin (29/12/2025). Peristiwa tersebut dipastikan merupakan kecelakaan kerja dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa pelaksana proyek. Pelaksana proyek, Faisal Ardiansyah menegaskan, insiden tersebut murni akibat kecelakaan kerja dari tim pelaksana di lapangan.
Dia menekankan, hingga saat ini bangunan tersebut belum diserahterimakan kepada pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin). “Ini murni kecelakaan kerja dari tim kami. Bangunan masih dalam proses pengerjaan dan belum dilakukan serah terima, baik ke sekolah maupun ke Cabdin,” ujar Faisal, Selasa (30/12/2025). Dia menjelaskan, karena proyek masih berjalan, seluruh tanggung jawab perbaikan dan penyelesaian pekerjaan sepenuhnya berada di pihak penyedia jasa.
Baca Juga : Kondisi Korban Kecelakaan Truk Rem Blong di Kertek Wonosobo, 2 Tewas dan 5 Terluka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251230-_-Pembangunan-Gedung-Baru-SMA-Negeri-1-Wiradesa-Pekalongan.jpg)
Menurutnya, tidak ada unsur kelalaian dari pihak sekolah maupun instansi terkait. “Karena masih dalam masa pengerjaan, tanggung jawab sepenuhnya ada pada penyedia jasa.” “Kami siap menyelesaikan dan memperbaiki sesuai ketentuan kontrak,” tegasnya. Faisal juga menyampaikan bahwa pihak pelaksana masih memiliki waktu sekira 50 hari kerja untuk menyelesaikan proyek tersebut. Terkait toleransi tambahan waktu, pihaknya akan menunggu kebijakan dan arahan lebih lanjut dari dinas terkait.
Dua Korban Terluka
Sementara itu, Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiharto mengatakan, pihaknya pertama kali mengetahui informasi kejadian tersebut melalui media sosial pada malam hari. Namun setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, diketahui peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.00. Dia menjelaskan, hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pihak sekolah kepada Polsek Wiradesa terkait peristiwa tersebut.
Meski demikian, polisi tetap melakukan langkah-langkah awal untuk memastikan penanganan kejadian berjalan sesuai prosedur. “Tidak ada laporan resmi dari pihak sekolah ke Polsek,” ungkapnya. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi kejadian, robohnya atap bangunan tersebut mengakibatkan dua setengah ruang kelas tertimpa material bangunan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu.
Terkait penanganan lebih lanjut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk melakukan olah TKP. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti robohnya atap bangunan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. “Kami sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Pekalongan untuk melaksanakan olah TKP agar penyebab kejadian bisa diketahui.” “Untuk sementara, penyebab robohnya atap masih belum diketahui,” katanya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, terdapat dua pekerja yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Keduanya hanya mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan dengan beristirahat di rumah. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab robohnya atap gedung kelas baru tersebut, termasuk aspek teknis konstruksi dan prosedur keselamatan kerja di lokasi proyek.





