, ,

Wali Kota Aaf Pastikan Pekerja SPPG Program MBG Pekalongan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

oleh -75 Dilihat

Pekalongan – Wali Kota Aaf Pastikan Pekerja SPPG Program MBG Pekalongan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah Kota Pekalongan memastikan seluruh pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepastian ini disampaikan Wali Kota Pekalongan, A. Afzan Arslan Djunaid (Aaf), usai membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Harmonisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kemarin. Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, meskipun mekanisme operasional SPPG MBG tidak melalui Pemerintah Kota, seluruh tenaga kerja di dalamnya sudah terlindungi. “Oh ya, SPPG MBG, ya sudah… tapi mekanismenya itu tidak lewat Pemkot. Jadi mekanismenya memang tidak lewat Pemkot, tapi semuanya sudah ter-cover. Ini kan menyerap tenaga kerja sangat banyak sekali,” ujarnya.Ia pun berharap perlindungan serupa dapat menjangkau Koperasi Merah Putih serta Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan Pemkot.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, memastikan bahwa perlindungan ini wajib, mengingat adanya kerja sama dengan BGN Pusat. “SPPG itu memang kita ada kerja sama dengan BGN Pusat. Jadi memang wajib, pada saat mereka sudah operasional, mereka wajib terlindungi,” tegas Widhi. Widhi juga mengungkapkan bahwa risiko kecelakaan kerja di lingkungan SPPG dan relawan MBG cukup tinggi, sehingga perlindungan jaminan sosial sangat esensial untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kota Pekalongan. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan seluruh pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf usai membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Harmonisasi dan Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar Pemkot bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa siang (02/12/2025). Ia menegaskan bahwa, meskipun mekanisme operasional SPPG MBG tidak melalui Pemerintah Kota, namun seluruh tenaga kerja di dalamnya sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : Mengejutkan! Weton Jumat Legi Tanggal 5 Oktober 2025 Bawa Energi Besar untuk Rejeki dan Hubungan Bulan Ini!

Wali Kota
Wali Kota

“Oh ya, SPPG MBG, ya sudah… tapi mekanismenya itu tidak lewat Pemkot. Jadi mekanismenya memang tidak lewat Pemkot, tapi semuanya sudah ter-cover. Ini kan menyerap tenaga kerja sangat banyak sekali, apalagi SPPG MBG di Kota Pekalongan ini langsung berjalan, langsung hampir semuanya terfasilitasi MBG,” ujarnya. Ia pun berharap ke depan perlindungan serupa juga dapat menjangkau Koperasi Merah Putih serta Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan Pemkot. “Mudah-mudahan nanti termasuk untuk Koperasi Merah Putih, nanti Sekolah Rakyat yang akan kita siapkan. Mudah-mudahan semuanya nanti bisa tercover,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menyampaikan bahwa, FGD kali ini bertujuan mencapai Universal Coverage Protection (UCP) Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Kota Pekalongan.“Tentunya yang kita capai adalah peningkatan Universal Coverage jaminan sosial ketenagakerjaan. Artinya, bagaimana pekerja-pekerja yang ada di Kota Pekalongan itu bisa terlindungi oleh manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Karena efeknya nanti adalah meningkatkan kesejahteraan pekerja yang ada di Kota Pekalongan itu sendiri,” jelas Widhi.

Ia menyebutkan, sektor pekerja bukan penerima upah (BPU) masih menjadi yang terendah cakupannya, terutama pekerja rentan seperti nelayan, petani, dan lainnya. Namun, untuk tenaga kerja di SPPG MBG, Widhi memastikan seluruhnya telah terlindungi. “SPPG itu memang kita ada kerja sama dengan BGN Pusat. Jadi memang wajib, pada saat mereka sudah operasional, mereka wajib terlindungi,” tegasnya.
Widhi juga mengungkapkan bahwa, risiko kecelakaan kerja di lingkungan SPPG dan relawan MBG cukup tinggi. Risikonya cukup besar ya. Dari beberapa kasus kemarin, ada beberapa kecelakaan kerja dari teman-teman yang di SPPG dan relawan-relawan,” pungkasnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.