Pekalongan – Warga Kali Baros Desak Pembangunan Flyover, Arus Lalu Lintas di Exit Tol Pekalongan Bahayakan Warga. Delapan tahun sudah, arus kendaraan berkecepatan tinggi dari pintu keluar Tol Pekalongan terus bersinggungan dengan jalan kampung warga Kali Baros, Kota Pekalongan, yang ramai digunakan warga untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas harian.
Titik pertemuan antara kendaraan lokal dan kendaraan keluar-masuk tol itu dianggap sebagai “jebakan maut” yang setiap hari mengintai. Rasa was-was itu tak lagi bisa ditahan. Untuk itu, warga resmi melayangkan surat tuntutan kepada Wali Kota Pekalongan, meminta evaluasi komprehensif dan pembangunan infrastruktur keselamatan di kawasan Interchange Tol Pekalongan. Surat tersebut dilengkapi daftar tanda tangan warga sebagai bentuk keseriusan. Dalam surat itu, warga menekankan, jalur tersebut bukan sekadar titik lalu lintas biasa.
Ini adalah urat nadi mobilitas masyarakat Kali Baros, jalur menuju pusat kota, sekolah, tempat kerja, dan berbagai aktivitas penting. Warga menilai kondisi di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan. Mereka mengusulkan langkah-langkah strategis. Antara lain, kajian menyeluruh keselamatan lalu lintas di area terdampak Interchange Tol Pekalongan.
Baca Juga : Pemkot Pekalongan Apresiasi OPD yang Sukses Tingkatkan Layanan Informasi Publik
Pembangunan flyover atau underpass di titik persilangan jalur tol dan jalan warga, agar kendaraan tidak lagi bertemu dalam satu simpang berbahaya. Pemasangan CCTV, warning light, dan rekayasa lalu lintas permanen demi menekan potensi kecelakaan. Pengawasan intensif untuk memantau kepatuhan pengguna jalan. Penyusunan rencana jangka panjang mitigasi risiko lalu lintas kawasan tersebut. Pembentukan forum lanjutan antara warga dan pemerintah untuk memantau perkembangan penanganan.
Aspirasi warga disampaikan kembali dalam pertemuan bersama pihak Pemkot Pekalongan, DPRD Kota Pekalongan, Dishub Kota Pekalongan, dan pemangku kebijakan lainnya di rumah salah satu anggota DPRD Kota Pekalongan pada Sabtu malam 1 Desember 2025.Camat Pekalongan Timur, Darminto membenarkan adanya keluhan tersebut. “Iya, kemarin warga menyampaikan aspirasinya terkait jalur itu,” ujarnya, Senin 1 Desember 2025.
Menurut laporan Darminto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Restu Hidayat, mengusulkan penanganan awal berupa pembuatan lingkaran (roundabout) agar kendaraan dari arah tol tidak bisa langsung ngebut dan harus melambat. Namun, Darminto menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap membutuhkan koordinasi lebih dalam—dan pembangunan flyover atau underpass menjadi opsi yang tak bisa diabaikan. “Hari ini surat akan kami serahkan kepada Sekda, agar usulan warga segera ditindaklanjuti oleh Pemkot Pekalongan,” kata Darminto.





